MAKANAN KHAS PAKPAK
Pelleng
Bahan untuk membuat pelleng adalah: beras, kunyit, cabe,
asam, garam, kelapa, dan daging ayam. Cara membuat: beras ditanak
menjadi nasi dan dibiarkan hingga lembek; masukkan kunyit, cabe, dan
bumbu lain yang sudah digiling halus, asam, garam dan santan secukupnya;
kemudian diaduk sampai rata, maka jadilah pelleng. Daging ayam digulai
terpisah. Cara menyajikannya: pelleng ditata berbentuk tempurung
terbalik di atas piring porselen, kemudian di atasnya ditaburi gulai
ayam, dan diperindah dengan cabe merah mentah. Selanjutnya, siap sudah
untuk disantap. Menyantapnya pada pagi hari saat matahari sedang naik
menuju zenith.
Nakan Merasa atau Nakan Pagit
Bahannya berupa beras yang dicampur dengan bungke (buah dari tumbuhan yang rasanya pahit, inggir-inggir [Toba]), singgaren (tumbuhan yang wangi), rimbang, dan terong. Campuran ini lantas dimasak bersama nasi. Suguhan ini khususnya untuk perempuan hamil dalam acara yang dikenal sebagai memerre nakan merasa atau nakan pagit (menyuguhkan makanan berasa pahit).
Suguhan nakan merasa atau nakan pagit dimaksudkan agar
perempuan hamil mendapat kekuatan sehingga terhindar dari segala macam
penyakit. Jalan pikirannya: darah si ibu dan bayinya nanti akan terasa
pahit sehingga tak disukai virus dan bakteri. Makanan ini disantap saat
kandungan berusia 5 sampai 7 bulan. Menyantapnya pada pagi hari saat
matahari sedang naik menuju zenith.
Nditak (Tepung Beras)
Beras ditumbuk halus dan diayak, lalu dicampur dengan gula merah serta kelapa. Lalu dikepal-kepal dengan tangan. Selesai. Itu yang disebut nditak. Penganan ini dihidangkan saat upacara mengikir atau mengelentik (kikir gigi) anak perempuan menjelang remaja (ampe-ampe bunga). Juga dalam acara muat nakan peradupen yaitu penyerahan mas kawin sebelum upacara perkawinan berlangsung. Dalam hajat ini nditak disediakan keluarga calon pengantin perempuan. Dalam meneppuh babah (menuntaspuaskan pinta mulut), acara yang dilaksanakan seusai acara adat lainnya (perkawinan, panen, upacara tahunan), nditak juga menjadi sajian.
Beras ditumbuk halus dan diayak, lalu dicampur dengan gula merah serta kelapa. Lalu dikepal-kepal dengan tangan. Selesai. Itu yang disebut nditak. Penganan ini dihidangkan saat upacara mengikir atau mengelentik (kikir gigi) anak perempuan menjelang remaja (ampe-ampe bunga). Juga dalam acara muat nakan peradupen yaitu penyerahan mas kawin sebelum upacara perkawinan berlangsung. Dalam hajat ini nditak disediakan keluarga calon pengantin perempuan. Dalam meneppuh babah (menuntaspuaskan pinta mulut), acara yang dilaksanakan seusai acara adat lainnya (perkawinan, panen, upacara tahunan), nditak juga menjadi sajian.
Selain yang sudah disebut masih ada sejumlah makanan atau
minuman khas Pakpak yang disuguhkan dalam acara adat. Misalnya nakan
gersing yaitu nasi yang dimasak dengan kunyit, dan disajikan dengan
meletakkan telor ayam rebus di atasnya; ginaru ncor yaitu beras yang
dimasak menjadi bubur dan dicampur dengan cuka makan; pola tangkasen
yaitu air enau yang diasamkan (tuak), pola tenggi yaitu air enau yang
masih baru atau nira; tenggoli yaitu gula dari enau, tebu, dan madu
lebah.
nm
BalasHapus